Revolver - Unavailable
BERITA TERKINI

Minggu, 15 Februari 2015

Sniper Buatan Pindad Yang Mengegerkan

Senapan penembak jitu anti material sedang populer di dunia sekarang ini,semua negara berlomba-lomba untuk membuat senjata jenis ini, untuk keperluan utama pada pertempuran di jaman modern.Terutama untuk menembus musuh yang ada di balik material baja misalanya.Menyadari hal itu PT.Pindad sebagai salah satu produsen pembuat senjata di negeri ini telah memproduksi senjata super yaitu Senapan Penembak Runduk(SPR).
Menurut pembuatnya diharapkan dengan diproduksinya SPR ini dapat memberikan efesiensi bagi TNI dalam hal pengeluaran budget dibanding produk impor, senjata ini tidak kalah hebat fungsinya disamping harganya lebih murah. Apabila mengingat senjata impor seperti Black Arrow M93 yang harganya cukup fantastis diatas Rp.1 miliar perpucuknya.Senjata buatan PT.Pindad ini ada dalam 3 versi:
1.SPR-1

Senjata ini memiliki peluru kaliber 7,62mm dengan jarak akurasi 900 meter , Kendati terilhami produk-produk senapan antimaterial yang sudah ada, namun menurut Dede, kehadiran SPR-2 cenderung desain sendiri dari PT Pindad. Walaupun pada sebagian sosok, masih mengambil desain dari Black Arrow M93 dan NTW-20 (Afrika Selatan).
2.SPR-2

SPR-2 pada jarak tembak efektif mampu menembus lapisan baja dengan ketebalan sampai 2 cm pada jarak 500 meter. Pengoperasian dengan sistem bolt action bukan berarti SPR-2 kalah modern, namun diharapkan memiliki kelebihan karena akurasi biasanya lebih jitu.
3.SPR-3

SPR3 mampu menembus baja setebal 3 cm dengan jarak 700-1000m, Jika menggunakan peluru 7,62mm NATO. Dan apabila menggunakan peluru Type AP (Armor Piercing) maka akan mampu menembus plat baja setebal 2mm pada jarak 500m.
Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.
“Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam,” terang dia.
Masih menurutnya, senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

Sabtu, 14 Februari 2015

Hebatnya Pasukan Katak, Amerika Berguru dan Malaysia Ngacir

Menjadi rakyat sipil yang tak paham betul dunia militer, lumayan terkejut bila banyak orang bercerita soal kehebatan Kopaska, Komando Pasukan Katak milik TNI. Begitu masyurnya pasukan ini hingga tentara Amerika pun berguru pada Indonesia.

Kopaska adalah pasukan elite spesialis misi bawah air. Pasukan khusus dengan kemampuan berderet. Mulai dari demolisi bawah air, sabotase, pembebasan sandera, pengawalan VIP, gerilya dan antigerilya, terjun bebas, penyapu ranjau hingga intelijen.

Tepat jika disebut Kopaska adalah Navy Sealnya Indonesia. Karena kecocokan itu, Navy Seal dan Kopaska rutin menggelar latihan bersama. Sudah 32 tahun dan 64 kali dua pasukan elite ini berlatih bersama dalam latihan berjudul Flash Iron.

Dalam sesi latihan yang digelar, ternyata Kopaska jadi guru bagi pasukan Amerika tersebut. Tentara kita sangat berpengalaman berperang dalam hutan, memanfaatkan sumber alam untuk senjata. Misalnya saja membuat booby trap. alias jebakan dari bahan-bahan yang sudah ada di hutan. Ranting, kayu dan akar-akaran bisa jadi senjata mematikan jika dipadukan dengan senjata atau peledak yang sudah ada.

Ternyata dalam peperangan modern, hal itu masih sangat menakutkan. Untuk itu Navy Seal merasa perlu mempelajarinya. Usai latihan, personel Kopaska pun layak mendapat brevet Trident Navy Seals kehormatan. Karena itu jangan heran kalau melihat anggota TNI AL memakai brevet Navy Seals.




Tentara Malaysia ngacir
Selain militer Amerika mengakui kedigdayaan Kopaska, tentara Malaysia pun pernah merasakan langsung sehingga kabur terbirit-birit. Padahal hanya dengan ancaman singkat, tanpa kontak senjata satu pun.

Dikisahkan, peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2005, saat ketegangan RI-Malaysia di Blok Ambalat. Saat itu pemerintah RI membangun mercusuar Karang Unarang yang terletak di titik terluar. Upaya ini selalu diganggu oleh Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) maupun Marine Police. Mulai dari bermanuver yang menimbulkan gelombang, hingga menganiaya pekerja mercusuar.


Pada 1 April 2005, dua kapal TLDM dan Marine Police Malaysia buang jangkar di dekat mercusuar. Upaya kapal patroli TNI AL KRI Tedong Naga mengusir mereka tak digubris.

Komandan KRI pun meminta bantuan dari personel Kopaska yang memang disiagakan di sana. Serka Ismail meminta izin komandan Tim Kopaska Lettu Berny untuk meluncur ke Kapal Malaysia.

Lettu Berny mengizinkan. Namun dia meminta Ismail tak membawa senjata agar tak terjadi kontak tembak.

Serka Ismail melaju dengan motor boat bersama Serda Muhadi dan Kelasi Satu Yuli Sungkono. Ismail memerintahkan motor boat itu melaju zigzag dengan kecepatan tinggi.

Tujuannya agar perhatian anak buah kapal (ABK) Malaysia tertuju pada motor boat. Sementara itu Ismail melompat dan berenang senyap menuju kapal Malaysia.

Tanpa diketahui satu pun ABK, Ismail naik ke atas kapal. Dia mendobrak pintu samping kapal sambil berteriak.

"Di mana kapten kapal," bentak Ismail hingga ABK Malaysia ketakutan.

Serka Ismail pun sempat membentak seorang petugas meriam kapal Malaysia.

Kapten Kapal keluar. Dengan nada tinggi Ismail bertanya apa keperluan kapal Malaysia di tempat itu. Sang kapten menjawab normatif, hanya menjalankan perintah.

"Baiklah kalau begitu. Daerah ini adalah wilayah saya (Indonesia). Jadi setelah saya turun dari kapal ini, segera pergi dari wilayah ini. Kalau tidak jangkar akan saya putuskan," sergah Ismail pada komandan kapal Malaysia.
Walau tak bersenjata, keberanian Ismail rupanya membuat nyali para ABK Malaysia ciut. Begitu Ismail lompat ke perahu karet, kapal pertama langsung angkat jangkar dan kabur dari Karang Unarang.

Namun kapal kedua tak mau pergi. Serka Ismail dan Tim Kopaska segera melaju. Aksi mereka dihalangi sehingga Ismail tak bisa naik kapal.

Ismail segera menuju tali jangkar. Dia berteriak sambil menggoyang-goyangkan tali jangkar.

"Kalau tidak pergi, tali jangkar ini saya ledakkan," ancamnya.

Berhasil. Aksi ini pun membuat kapal Malaysia meninggalkan wilayah Karang Unang.
Cukup tiga orang Kopaska untuk mengusir dua kapal Malaysia.

Kisah-kisah di atas dapat dibaca lebih lengkap dalam buku Kopaska, Spesialis Pertempuran Laut Khusus.

Sukhoi Indonesia dan Misteri Dibaliknya



Bertemu lagi dengan saya Bimo Sakti. Saya hanyalah seorang warga Negara biasa, yang sama sekali tidak memiliki Background militer dan juga sama sekali tidak memiliki kontak dengan ‘orang dalam’ di dunia militer. Saya hanyalah seorang Kaskus Silent Reader dan juga menjadi Silent Reader dibeberapa forum dan blog militer. Semua analisa dan tulisan saya pada blog ini merupakan hasil pembelajaran dari tulisan dan komentar dari anggota forum dan blog tersebut.

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai pesawat tempur Indonesia yang cukup Fenomenal dan Misterius. Sebagian sisi misterius dari Sukhoi Indonesia ini sudah saya posting pada artikel sebelumnya yaitu Menyibak Misteri Lock Sukhoi TNI AU. Nah kali ini saya juga akan membahas sedikit lagi sisi misterius pesawat ini.


Gagalnya Pembelian 12 Sukhoi KI (Su-30 KI) pada Tahun 1997


Pada tahun 1997, AU Pakistan membeli F-16 dari Amerika sebanyak beberapa pesawat yang jumlahnya saya kurang tau pasti. Namun, ketika 9 F-16 dari total pemesanan Pakistan ini sudah selesai dan tinggal pengiriman, Amerika memberlakukan embargo terhadap Pakistan terkait dengan isu Nuklir Pakistan. Hal ini membuat pembelian F-16 Pakistan tersebut dibatalkan dan pesawat yang terlanjur sudah selesai tersebut rencananya akan di jual ke Negara lain.


Indonesia yang ketika itu ingin meningkatkan kemampuan Angkatan Udaranya, menaruh minat besar akan pesawat baru yang tidak jadi dijual ke Pakistan tersebut. Pesawat ini di maksudkan untuk melengkapi 12 F-16 yang dimiliki Indonesia ketika itu. Amerika dan Indonesia telah setuju untuk mengalihkannya ke Indonesia dan kontraknya sudah di tanda tangani pada Maret 1996. Namun setahun kemudian, kontrak ini dibatalkan oleh Presiden Indonesia kala itu yaitu Soeharto karena beliau merasa gerah dengan tudingan Amerika terhadap Indonesia mengenai permasalahan HAM di Indonesia.


Akhirnya Indonesia pun melakukan langkah ‘membelot’ ke Rusia dengan melakukan pemesanan 12 Sukhoi KI (SU-30KI). Sukhoi KI ini merupakan satu-satunya Su-30 yang berkursi tunggal. Ketertarikan Indonesia terhadap pesawat Sukhoi ini dikarenakan Indonesia sudah melihat kehebatan pesawat ini ketika Sukhoi tampil di ajang Indonesia Air Show pada Juni 1996. Langkah membeli Sukhoi ini bisa dikatakan sebuah perlawanan Indonesia terhadap hegemoni Amerika yang terus menekan Indonesia melalui isu-isu HAM dan sejenisnya.


Indonesia sangat berharap pembelian Sukhoi ini akan menaikkan martabat Indonesia di mata dunia. Namun, pembelian Sukhoi ini tidak bisa lepas dari tekanan Amerika dan sekutunya yang tidak ingin Indonesia berhasil memiliki Sukhoi. Hal ini bisa dipahami, karena pembelian Sukhoi akan mendekatkan Indonesia ke Rusia seperti ketika jaman pemerintahan Presiden Soekarno yang membuat Indonesia begitu di takuti oleh Amerika dan sekutunya.


Entah ada kaitan langsung atau tidak, krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1998 memaksa Indonesia membatalkan pembelian Sukhoi dari Rusia ini. Gagalnya pembelian ini membuat kekuatan Angakatan Udara Indonesia mengalami stagnasi dan semakin parah ketika tahun 1999 sampai dengan 2005, Amerika dan sekutunya memberlakukan Embargo Militer terhadap Indonesia.


Pembelian Sukhoi Batch Pertama di Era Presiden Megawati Sukarno Putri


Embargo militer yang dilakukan Amerika sejak tahun 1999 kepada Indonesia benar-benar telah melemahkan dan bahkan hamper melumpuhkan militer Indonesia terutama Angakatan Udara Indonesia. Embargo tersebut menyebabkan kelangkaan suku-cadang yang sangat berpengaruh terhadap kesiapan operasional alutsita nasional. Saat itu, hampir keseluruhan F-16, F-5 dan Hawk-209/209 kita terpaksa di-grounded karena sulitnya suku-cadang akibat embargo AS dan sekutunya. Hal inilah yang kemudian mendorong kita untuk berpaling ke produk-produk buatan Timur (Rusia, China), sebagai salah satu cara untuk meminimalkan ketergantungan akan produk-produk Barat yang sarat dengan kepentingan politik negara penjual.


Kontrak pembelian pesawat Sukhoi ini akhirnya ditanda tangani pada tahun 2003 pada masa pemerintahan Persiden Megawati Sukarno Putri. Namun, kontrak pembelian Sukhoi ini mengalami banyak penolakan dari berbagai pihak di Indonesia sendiri, termasuk kalangan Legeslatif. Sampai pernah kita mendengar istilah Sukhoi Gate yang berencana mengusik kontrak pembelian Sukhoi ini. Entah apa yang menjadi dasarnya, namun tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak asing yang menekan untuk menggagalkan kembali pembelian Sukhoi ini, agar Indonesia tidak mendekat ke Rusia dan terus berada di bawah kendali Amerika dan Sekutunya.


Namun akhirnya, Indonesia berhasil membeli 4 pesawat Sukhoi dari Rusia. 4 pesawat ini terdiri dari 2 Su-27 SK (kursi tunggal) dan 2 SU-30MK (kursi ganda). Hadirnya Sukhoi ini setidaknya telah menaikkan kekuatan Angkatan Udara Indonesia walapun ketika belum dilengkapi senjata yang lengkap.


Pembelian Sukhoi Batch Dua di Era Presiden Susilo Bambang Yudoyono


Proses pembelian Sukhoi Batch Pertama yang mengandung bayak sekali kontroversi awalnya, banyak disebabkan keraguan dari berbagai pihak akan kemampuan pesawat Sukhoi itu sendiri. Namun setelah Indonesia mengopreasikan 4 Su-27/30, keraguan akan kemampuan Sukhoi ini menjadi sirna. Malah menjadi terbalik, semakin banyak pihak-pihak terkait yang mendorong agar Indonesia kembali membeli Sukhoi untuk melengkapi Sukhoi yang sudah ada.


Keinginan ini semakin menguat ketika Malaysia melakukan klaim sepihak terhadap wilayah Indonesia yaitu perairan Ambalat yang kaya minyak pada tahun 2005. Klaim ini dijawab Indonesia dengan melakukan Modernisasi Militer Indonesia termasuk Angkatan Udara agar Malaysia tidak lagi memandang Indonesia dengan sebelah mata. Akhirnya Indonesia menandatangani kontrak pembelian 6 Sukhoi yang terdiri dari 3 Su-30MK2 dan 3 Su-27SKM.


Nah, pada pembelian Batch kedua ini kita menemukan banyak misteri dibaliknya. Salah satunya adalah ketika penerimaan pertama 3 Su-30MK2 di Makasar. 2 Su-30MK2 yang baru tiba di Makasar, sedang dalam tahap uji terbang, dan ketika sedang terbang, pesawat tersebut di Lock oleh pesawat musuh yang tidak dikenal. Kejadian ini sangat menghebohkan dunia militer Indonesia. Kita bisa melihat, bahwa ada pihak-pihak tertentu di dunia ini yang tidak senang dari kehadiran Sukhoi di langit Indonesia. Wujud dari ketidaksenangan mereka, munkin susah untuk disampaikan secara terbuka karena akan dianggap sebagai campur tangan terhadap kedaulatan Indonesia, sehingga mereka melakukannya dengan cara yang sedikit ‘kasar’, yaitu me Lock Sukhoi tersebut.


Tidak hanya itu, ketika pengiriman tahap kedua yaitu 3 Su-27SKM ada juga kejadian yang sangat mengejutkan yaitu tewasnya 3 orang ahli teknisi Sukhoi yang turut mendampingi kedatangan Sukhoi ini ke Indonesia. Tewasnya ketika teknisi ini menandakan ada sesuatu yang tidak beres dan tidak kemungkinan ada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Sukhoi Indonesia sehingga hal ini bisa terjadi.


Apakah hanya satu kebetulan saja? Dua kejadian ganjil terjadi terhadap kehadiran Sukhoi Indonesia ini menunjukkan kemungkinan adanya pihak-pihak luar yang tidak senang akan kehadiran Sukhoi di Indonesia. Tetapi siapa dibalik misteri ini?? Hanya pihak yang terlibat dah Tuhan saja yang tau..


Pembelian Sukhoi Batch Tiga di Era Presiden Susilo Bambang Yudoyono


Saat ini Indonesia sudah memiliki 10 SU-27/30 sebagai penjaga kedaulatan Indonesia. Namun jumlah ini masih belum bisa menandingi 18 Su-30MKM milik Malaysia dan 24-F15SG milik Singapura. Untuk itu, Indonesia kembali melakukan pembelian 6 Su-30MK2 untuk melengkapi Sukhoi Indonesia menjadi satu skuadron penuh yaitu 16 Su-27/30. Kontrak pembelian ini sudah ditandatangani beberapa waktu lalu. Pesawat ini diharapkan hadir di Indonesia sebelum Tahun 2014.


Namun, pembelian tahap ketiga inipun tidaklah terlepas dari Kontroversi. Banyak sekali pihak yang mempertanyakan pembelian ini. Bahkan ada tuduhan pembelian ini mengalami Murk Up harga dan terindikasi korupsi. Namun, Kementerian Pertahanan telah membantah keras tuduhan ini. Beberapa LSM di Indonesia bahkaan melaporkan Kemenhan ke KPK terkait pembelian Sukhoi ini. Tentunya kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik tentunya mendukung transparansi pembelian Sukhoi ini, agar kemungkinan terjadinya Murk Up dan korupsi bisa di hindarkan.


Namun yang sedikit mengherankan bagi saya pribadi sebagai orang awam di dunia militer dan politik adalah begitu kerasnya penolakan pembelian Sukhoi ini. Memang benar bahwa dugaan mark up harus di tuntaskan. Namun yang menjadi keheranan saya adalah Kenapa pembelian Sukhoi begitu heboh sampai Kemenhan di laporkan ke KPK. Sementara ada juga proses Hibah 24 F-16 yang juga menelan biaya yang sangat besar dan bisa saja terjadi mark up harga, namun penolakan terhadap Sukhoi ini sepertinya jauh lebih besar dari penolakan hibah F-16.


Adakah kaitan semua kejadian ini?


Satu pertanyaan yang sering muncul bagi saya, dan mungkin bagi rekan-rekan pembaca sekalian. Adakah kaitan semua kejadian diatas? Saya tidak berani mengatakan atau menuduh semua itu ada kaitannya. Namun dari penalaran kita, kita bisa melihat bahwa proses pembelian Sukhoi oleh Indonesia mengalami begitu banyak sekali hambatan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.


Gagalnya pembelian 12 Su-30KI, Lock terhadap 2 Su-30MK2 oleh pihak asing, tewasnya 3 teknisi Sukhoi yang turut mendampingi kedatangan 3 Su-27SKM ke Indonesia serta besarnya tekanan terhadap Kemenhan ketika melakukan pembelian Sukhoi batch ke tiga ini, mudah-mudahan hanyalah kebetulan semata dan juga mudah-mudahan tidak ada kaitannya antara satu dengan lainnya.


Semoga apa yang saya takutkan selama ini tidak benar. Ya benar, selama ini saya memiliki sedikit ketakutan bahwa ada pihak-pihak luar dan dalam yang tidak mengharapkan Indonesia memiliki Sukhoi. Hmm Mudah-mudahan ketakutan saya pribadi ini tidak benar, dan hanya sebuah imajinasi saya saja. Mudah-mudahan hanyalah sebuah imajinasi saya sebagai orang awam dibidang militer.

Project Jet Tempur KFX/IFX Indonesia – Korea Kembali Tertunda?

Project Jet Tempur KFX/IFX yang sedang dikembangkan oleh Korea Selatan bekerjasama dengan Indonesia, tampaknya kembali akan menghadapi tantangan. Tantangan ini adalah masalah anggaran Full Scale Development Jet Tempur KFX/IFX yang belum di setujui oleh Parlement Korea Selatan. Anggaran ini belum bisa sahkan parlemen Korea Selatan sampai dengan pemabahasan anggaran pemerintah Korea Selatan tahun fiscal 2016 yang akan digelar pada Desember 2015 nanti.

Informasi ini penulis peroleh dari website Aviation Week yang diterbitkan pada tanggal 29 Desember 2014 lalu. Namun kebenaran informasi ini masih perlu dipertanyakan karena belum ada informasi resmi dari Pemerintah Korea Selatan dan Indonesia. Satu-satunya sumber yang menyebutkan informasi ini hanya dari Aviation Week saja.

Jika informasi ini benar adanya maka bisa disebutkan bahwa project jet tempur KFX/IFX yang dikembangkan Korea Selatan bekerjasama dengan Indonesia ini kembali akan tertunda dan kemungkinan baru bisa dilanjutkan pada tahun 2016 nanti. Padahal project jet tempur KFX/IFX ini dijadwalkan akan memasuki fase EMD (Enginering Manufacturing Design) pada tahun 2015 ini. Belum disapprove-nya anggaran full scale development project jet tempur KFX/IFX ini, akan membuat project ini tertunda untuk kedua kalinya setelah sebelumnya juga tertunda selama 2 tahun pada akhir tahun 2012 lalu.


Anggaran Di Aprove Departemen Keuangan, namun Belum di Approve Parlemen Korea


Anggaran untuk full scale development project jet tempur KFX/IFX ini sebenarnya sudah disetujui oleh Departemen Keuangan Korea Selatan sebesar 8.6991 trillion won ($7.9171 billion). Anggaran ini akan digunakan untuk melanjutkan project jet tempur KFX/IFX yang telah lama tertunda. Anggaran ini akan dipakai untuk full scale development KFX/IFX, dimana ADD sudah memilih menggunakan design C-103 dual engine sebagai basisnya.

Meski sudah mendapatkan persetujuan dari departemen Keuangan Korea Selatan, anggaran ini baru bisa digunakan setelah mendapat persetujuan dari parlemen Korea Selatan. Sayangnya isu yang beredar parlement Korea Selatan belum memberikan persetujuan dan baru bisa memberikan persetujuan pada bulan Desember 2015 nanti. Artinya harus menunggu sekitar 12 bulan lagi sehingga anggaran ini bisa disetujui oleh parlement Korea Selatan.

Design KFX/IFX C-103 Conventional Wing Dual EngineDesign KFX/IFX C-103 Conventional Wing Dual Engine

Namun kebenaran informasi ini harus diteliti lebih jauh karena sejauh ini belum ada komentar dan informasi resmi apapun terkiat ini dari Pemerintah Korea Selatan dan Indonesia. Semoga saja ada berita baik dibaliknya dan kita berharap bahwa belum disetujuinya anggaran full scale development ini tidak akan menunda fase EMD (Enginering Manufacturing Design) yang akan dimulai pada tahun 2015 ini.

Boeing, Airbus dan Korean Airlines Bersatu Menyodorkan Proposal Design KFX/IFX Baru


Dalam informasi yang diterbitkan oleh Aviation Week tersebut juga disebutkan bahwa DAPA (Defense Acquisition Program Agency) pada tanggal 23 Desember 2014 lalu sudah meminta pihak yang berminat untuk memasukkan proposal rancangan KFX/IFX. DAPA sendiri adalah lembaga pemerintah Korea yang mengurusi pengadaan di departemen pertahanan Korea.

Sebagai respon atas permintaan itu, dikabarkan Airbus dan Boeing bekerjasama dengan mengandeng partner local Korean Airlines untuk memasukkan proposal design baru untuk project jet tempur KFX/IFX. Boeing, Airbus dan Korean Airlines bersatu untuk bersaing dengan Lockheed Martin yang menggandeng Korea Airspace Industries (KAI) sebagai partner lokalnya. Namun DAPA mengharapkan proposal yang akan dimasukkan oleh Boeing-Airbus-KAL harus lebih murah dari design C-103 KFX yang diajukan oleh ADD Korea Selatan.

Dalam proposal yang akan dimasukkan, pihak Boeing, Airbus dan Korean Airlines dikabarkan mengajukan Advanced Super Hornet sebagai basis project jet tempur KFX/IFX. Pesawat tempur Advanced Super Hornet sendiri adalah pengembangan dari pesawat tempur Amerika Super Hornet dengan penambahan weapon pod dan conformal tanks. Dengan demikian jika informasi ini benar adanya, maka akan ada persaingan antara Lockheed Martin – KAI yang mengusung design KFX C-103 dengan Boieng-Airbus-KAL dengan mengusung Advanced Super Hornet sebagai basis pengembangan jet tempur KFX/IFX.

Pesawat tempur Advanced Super Hornet sebagai basis jet tempur KFX/IFX Pesawat tempur Advanced Super Hornet sebagai basis jet tempur KFX/IFX. Source : flightglobal.com

Namun masih menjadi pertanyaan besar adalah kebenaran informasi ini, mengingat belum ada informasi resmi apapun terkait ini dari pemerintah Korea Selatan dan Indonesia. Selain itu menjadi pertanyaan juga apakah design Advanced Super Hornet bisa lebih murah untuk digunakan di project jet tempur KFX/IFX ini. Selain itu masih tentunya menjadi catatan besar apakah Amerika Serikat akan bersedia memberikan design pesawat tempur Advanced Super Horner untuk digunakan dalam project jet tempur KFX/IFX ini.

Penulis sendiri berkeyakinan bahwa design C-103 KFX yang sudah disetujui oleh ADD, ROKAF dan Indonesia beberapa waktu lalu akan tetap menjadi design yang dipilih untuk dikembangkan dalam project jet tempur KFX/IFX ini.

Indonesia dan Korea Sudah Tandatangani Project Agreement Fase EMD (Enginering Manufacturing Design)


Sebagai mana kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 6 Oktober 2014 yang lalu, pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sudah menandatanngani Project Agreement sebagai awal dimulainya fase EMD project jet tempur KFX/IFX ini. Dalam agreement yang ditandatangani tersebut, disebutkan bahwa share dalam fase ini akan ditanggung sebesar 80% oleh Korea dan 20% oleh Indonesia.

Salah satu kesepakatan yang dibuat adalah Pihak Indonesia dan Korea Selatan akan membentuk Joint Program Management Office (JPMO) untuk melaksanakan Project Agreement (PA) tersebut termasuk mengawasi Korean Industial Participant (KIP) dan Indonesian Industial Participant (IIP), penganggaran serta pengeluaran/belanja, kompetensi, tugas dan fungsi. Seluruh rincian tugas dari JPMO harus disepakati bersama oleh pihak Indonesia dan Korea Selatan sebelum EMD Phase dimulai. Jika ada perselisihan antara para pihak yang tidak dapat diselesaikan, maka disepakati akan diselesaikan oleh Joint Committee yang beranggotakan High Level Position dari kedua negara.

Dalam Project Agreement tersebut juga disebutkan bahwa akan dibangun 6 unit prototype pesawat tempur KFX/IFX dimana 1 unit akan diberikan ke Indonesia dan 5 unit akan tetap berada di Korea Selatan. Proses pembuatan keenam prototype tersebut akan dilaksanakan di Korea Selatan dengan melibatkan test pilot dan engineer Indonesia secara aktif. Keenam prototype tersebut akan menjalani flight test di Korea Selatan dengan melibatkan engineer dan test pilot Indonesia secara aktif. Selanjutnya 1 unit prototype akan diberikan ke Indonesia untuk dilakukan test dan evaluasi lanjutan.

Untuk Tahun 2014 yang lalu, kedua negara sudah mencairkan anggaran untuk kelanjutan studi project jet tempur KFX/IFX ini. Korea Selatan menyediakan anggaran sebesar $19 Juta dan Indonesia menyediakan dana sebesar $5 Juta, sehingga secara total anggaran untuk kelanjutan project jet tempur KFX/IFX ini pada tahun 2014 lalu adalah sekitar $25 Juta. Namun belum ada kabar untuk anggaran ditahun 2015 ini, terlebih adanya isu belum diaprovenya anggaran full scale development project jet tempur KFX/IFX ini.

Apa Sikap Indonesia Jika Project Jet Tempur KFX/IFX Kembali Tertunda?


Sebelum menjawab pertanyaan itu, harap diingat kembali bahwa belum bisa dipastikan kebenaran informasi belum diapprovenya anggaran full scale development project jet tempur KFX/IFX seperti yang sudah saya sebut diatas. Namun jika kita berandainya, kira kira langkap apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia jika project jet tempur KFX/IFX ini kembali harus tersendat karena masalah anggaran yang belum di approve parlement Korea.

Sulit memang untuk menjawab pertanyaan ini, namun kita berharap pemerintah Indonesia akan membuat langkah bijak serta mendesak pemerintah Korea Selatan untuk terus melakukan langkah aktif demi kelancaran project ini. Kita serahkan saja kepada pemerintah untuk mengambil langkah yang dianggap perlu sebagai langkah antisipasi kedepannya agar kepentingan modernisasi militer Indonesia dalam project ini bisa terlindungi. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pemerintah Indonesia memiliki harapan besar pesawat tempur Indonesia akan diperkuat oleh pesawat tempur KFX/IFX dimasa datang.

Sekian dari penulis, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Saran dan kritik silahkan disampaikan di form komentar dibawah. Dan Jangan lupa memberikan nilai rating untuk artikel ini. Salam dari admin AnalisisMiliter.com

Poros Maritim Dan Modernisasi Militer Indonesia 2015-2022

Menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia adalah sebuah visi yang didengungkan oleh pemerintahan baru Indonesia yang dipimpin Presiden Jokowi. Sebuah visi yang cukup menarik mengingat wilayah Indonesia yang sebagian besar merupakan wilayah lautan. Visi ini menginginkan Indonesia yang disegani dalam kemaritiman dunia seperti pada zaman dulu kala. Untuk mewujudkan ini tentunya Indonesia harus melakukan modernisasi militernya secara besar-besaran.

Sebagaimana kita ketahui bahwa visi poros maritim dunia ini menharuskan Indonesia untuk menjaga kekayaan laut serta kedaulatannya dari segala bentuk-bentuk pelanggaran dari negara lain, sehingga kekayaan laut Indonesia dan segala potensinya benar-benar dimaksimalkan untuk kemakmuran Indonesia. Tentu ini sebuah visi yang sangat baik, namun tentu saja memerlukan kerja keras untuk mewujudkannya.

Sebab bukan hal yang mudah mewujudkannya. Kita masih ingat bagaimana kekayaan laut Indonesia begitu mudahnya dicuri oleh negara lain. Nelayan-nelayan dari negara lain seperti Thailand, China, Malaysia dan lainnya begitu mudahnya menjarah kekayaan laut Indonesia tanpa mendapat “perlawanan” berarti dari kekuatan laut Indonesia selama ini. Bahkan lebih miris adalah ketika beberapa tahun lalu, nelayan China yang tertangkap petugas Indonesia harus dilepas kembali karena dikawal oleh kapal perang yang membuat nyali petugas Indonesia menjadi ciut.

Maka dari itu, untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang disegani, maka mau tak mau Indonesia harus segera memodernisasi militernya secara besar-besaran. Untuk itu, kekuatan militer Indonesia harus segera diperlengkapi dengan mendatangkan alutsista-alutsista yang memadai untuk menjaga seluruh wilayah kedaulatan Indonesia, khususnya wilayah laut.

Untuk itu, kekuatan militer Indonesia harus ditunjang dengan kekuatan alutsista angkatan laut yang mumpuni. Selain angkatan laut, alutsista untuk angkatan udara juga harus benar benar di tambah secara significant untuk menjamin bahwa kedaulatan maritime Indonesia bisa benar-benar tegak. Untuk alutsista TNI AL, Indonesia sudah mendatangkan 3 unit Light Fregart Bung Tomo Class dan banyak KCR-40 dan KCR-60. Selain itu, Indonesia juga sudah memesan 2 unit PKR Sigma-10514 dengan opsi sampai 10 unit dari Belanda. Juga ada pemesanan 3 unit Kapal Selam DSME-209 dari Korea Selatan. Untuk armada pesawat intai maritime, TNI AL sudah memiliki 3 unit CN-235 MPA dan sudah memesan 2 unit tambahan lagi, sehingga nantinya Indonesia memiliki 5 unit CN-235 MPA.

Namun semuanya itu rasanya masih kurang mengingat luat wilayah laut Indonesia yang sangat luas sehingga dibutuhkan banyak sekali tambahan alutsista TNI AL untuk menjamin visi poros maritim dunia ini benar benar terlaksana. Ditambah lagi diperlukannya aspek perbaikan birokrasi pengamanan laut yang selama ini terkesan cukup rumit. Ditambah lagi perlunya penyelesaian masalah logistic sehingga tidak ada lagi “alasan” kurangnya BBM untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

Maka dari itu, hemat penulis, visi Indonesia sebagai poros maritim dunia merupakan visi yang baik namun tidak lah mudah diwujudkan. Namun dengan kemauan keras dan dukungan seluruh lapisan Indonesia, hal ini bisa terwujud. Ini juga tentunya harus dibarengi dengan modernisasi militer Indonesia secara significan.

Lalu apa saja alutsista TNI yang akan didatangkan dalam program modernisasi militer Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritime dunia ini? Tentu masih susah untuk menebak secara pasti, namun hal ini tampaknya akan menjadi focus dalam program MEF Renstra II (2015-2019) yang akan dijalankan pemerintahan baru Indonesia 2015-2019 yang di pimpin Presiden Jokowi ini. Kita tunggu saja dan berdoa untuk yang terbaik bagi Indonesia.

Kekuatan Militer Indonesia 2015




Kekuatan Militer Indonesia belakangan ini terus mengalami peningkatan yang cukup significant hasil program modernisasi militer Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Program modernisasi militer Indonesia ini telah membawa perubahan berarti dengan bertambahnya alutsista-alutsista terbaru yang menambak kekuatan militer Indonesia. Tercatat sepanjang tahun 2014 ini saja ada banyak sekali alutsista TNI yang didatangkan. Belum lagi pada tahun 2015 nanti juga akan banyak sekali alutsista-alutsista baru untuk TNI.

Kekuatan Militer Indonesia terbaru sekarang ini bisa dikatakan sudah mulai mengejar ketertinggalan dengan tetangga sehingga sudah sejajar dengan tetangga. Bukan tidak mungkin dalam waktu dekat ini, kekuatan militer Indonesia kemungkinan akan menyalip dan mendahuli kekuatan militer negara tetangga. Jika dulu kekuatan militer Indonesia masih cukup tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapur dan lainnya, maka dengan kekuatan militer Indonesia terbaru 2015 nanti, sepertinya kekuatan militer Indonesia sudah sejajar dengan tetangga tersebut.

Penambahan kekuatan militer Indonesia melalui penambahan alutista TNI untuk ini bisa dikatakan mengalami peningkatan signifakan di tahun 2014 ini sebagai hasil dari belanja alutsista yang dilaksanakan pemerintah memalui program Minimum Essential Force (MEF) Restra I yang sudah dijalankan pada tahun 2009 sampai 2014 ini. Hasil dari belanja alutsista TNI pada MEF I ini bisa kita lihat dalam event HUT TNI ke-69 yang dirayakan beberapa waktu lalu di Surabaya. Dalam event ini terlihat jelas kekuatan Militer Indonesia 2014 yang sebenarnya. Dalam event ini ada banyak sekali alutsista kelas wahid yang baru tiba di Indonesia yang dipamerkan kepada rakyat Indonesia, diantaranya MBT Leopard, KRI Bung Tomo Class, Su-30/27, dan masih banyak lagi.

Namun penambahan kekuatan militer Indonesia ini tidak akan berhenti hanya sampai tahun 2014 saja. Bisa dipastikan bahwa kekuatan militer Indonesia 2015 nanti juga akan mengalami peningkatan terus menerus bahkan sampai dengan tahun 2024 nanti. Jika tidak ada kendala berarti kita akan melihat kekuatan militer Indonesia 2024 yang sangat ditakuti dan disegani oleh negara lainnya.


Penambahan kekuatan militer Indonesia pada tahun 2014 yang lalu akan penulis paparkan dibawah ini. Daftar ini juga dilengkapai dengan alutsista-alussita TNI yang juga akan menambah kekuatan militer Indonesia 2015 nanti. Berikut datanya saya sampaikan dibawah ini


Kekuatan Militer Indonesia Terbaru 2015 untuk TNI AD


Penambahan kekuatan militer Indonesia untuk sector angkatan darat (AD) ditandai dengan banyaknya alutsista TNI AD terbaru dalam tahun 2014 ini. Hal ini ditanadai dengan bergabungnya alutsista kelas wahid untuk menambah kekuatan militer Indonesia sector Angkatan darat, diantaranya adalah MBT Leopard, Howitzer 155mm Caesar, MLRS Astross II Mk6 dan masih banyak lagi. Bahkan Alutsista TNI AD akan dilengkapi dengan Helikopter serang terbaik dunia yaitu AH-64E Apache dari Amerika serikan beberapa tahun mendatang.
Berikut daftar alutsista TNI AD terbaru yang akan menambah kekuatan militer Indonesia tahun 2015 ini :

a. 103 unit MBT Leopard 2A4/2RI (sekitar 30 unit sudah tiba di Indonesia)
b. 50 unit IFV Marder (sekitar 22 unit sudah tiba di Indonesia)
c. 38 unit Howitzer 155 mm Caesar ( 4 unit sudah tiba)
d. 36 unit MLRS Astross II Mk6 (beberapa sudah tiba di Indonesia)
e. 24 unit Heli Bell-412 EP (sebagain sudah di serahkan sejak 2013)
f. 12 unit Heli serang Fennec (sebagian akan direahkan tahun ini)
g. Upgrade AMX-13 (sedang berjalan)
h. Panser Anoa (produksi dalam negeri)
i. 5 Battery Rudal Starstreak
j. 5 Battery Rudal Mistral


Selain daftar alutsista diatas,kekuatan militer Indonesia 2015 nanti masih akan ditambah dengan alutsista-alutsista yang sedang dalam proses pembuatan dan akan datang dalam beberapa waktu kedepan. Diantaranya adalah sebagai berikut :
a. 180 unit Rudal Anti Tank Javelin 
b. 150 Rudal Anti Tank Nlaw
c. 8 unit Helikopter Serang AH-64 E Apache
d. dll

Kekuatan Militer Indonesia Terbaru 2015 untuk TNI AU


Selain TNI AD, kekuatan militer Indonesia untuk sector angkatan udara juga akan mengalami peningkatan berarti yang ditandai dengan berdatangannya alutsista terbaru TNI AU sepanjang tahun 2015 nanti. Pesawat tempur Hibah Upgrade F-16 ‘setara’ Block 52 dari Amerika sudah mulai berdatangan. Berikut adalah daftar penambahan kekuatan militer Indonesia terbaru 2015 nanti untuk Angkatan Udara :

a. 16 unit Super Tucano EMB-314 (8 unit sudah datang)
b. 16 unit T-50i (sudah datang semua)
c. 24 unit F-16 setara Block 52 (5 unit sudah tiba)
d. 9 unit pesawat angkut C-295 (7 sudah diterima)
e. 9 unit Pesawat Angkut C-130 H (2 unit sudah diterima)
f. 6 unit Heli Cougar (dalam proses produksi)
g. 1 Simulator Sukhoi
h. 2 Battery Skyshield 35 Mk-2 (sudah tiba)


Selain itu, kekuatan militer Indonesia 2015 sektor angkatan udara juga akan ditambah dengan Upgrade 10 F-16 Block 15 OCU, penggantian F-5 TNI AU, penambahan 7 unit C-295 dan lainnya. Penambahan alutsista ini akan membuat kekuatan militer Indonesia terbaru 2015 nanti akan semakin disegani negara tetangga.

Kekuatan Militer Indonesia Terbaru 2015 untuk TNI AL


Kekuatan militer Indonesia 2015 nanti untuk sector angkatan laut juga akan mengalami peningkatan yang cukup berarti. Hal ini ditandai dengan berdatangannya alutsista-alutsista terbaru untuk TNI AL. Sebut saja Kapal perang KRI Bung Tomo Class yang merupakan ex NR Class yang batal di beli Brunei. Penambahan kekuatan militer Indonesia untuk sector angkatan laut diatanranya adalah sebagai berikut :

a. 3 unit pesawat patrol Maritim CN-235 MPA (akan tambah 2 unit lagi)
b. 37 unit Tank Amfibi BMP-3F (sdauh tiba)
c. 5 unit BTR-4
d. 11 unit Heli Anti Kapal Selam Panther
e. 3 unit Light Fregat Bung Tomo Class (sudah tiba)
f. 3 unit KCR-60 (akan ditambah)
g. 8 unit KCR-40 (akan ditambah)
h. 3 unit Kapal LST (1 sudah diserahkan)
i. 2 Kapal perang jenis Bantu Cair Minyak
j. dll

Selain itu kekuatan militer Indonesia 2015 juga akan ditambah dengan alutsista terbaru TNI AL dengan mendatangkan 3 unit Kapal Selam DSME-209 dari Korea Selatan yang saat ini masih dalam pengerjaan. Selain itu, 2 unit kapal Perang jenis PKR (perusak Kawal Rudal) Sigma-10514 juga sedang dibuat di Belanda dengan opsi penambahan sampai 10 unit.

Kekuatan Militer Indonesia Terbaru 2015 Semakin Disegani Negara Dunia


Penambahan kekuatan militer Indonesia terbaru ini yang ditandai dengan penambahan alutsista TNI 2014 ini membuat militer Indonesia semakin disegani oleh negara lain. Negara lain tidak lagi bisa meremehkan kekuatan militer Indonesia karena sudah di dukung oleh alutsista yang cukup berotot. Dan modernisasi militer Indonesia ini akan terus dijalankan oleh pemerintah kedepannya, sehingga alutsista TNI akan terus bertambah dari tahun ketahun.

Sabtu, 07 Februari 2015

Cara Menyetel Celah Platina Mobil

Engine tercipta oleh adanya proses pembakaran yang sempurna dalam ruang bakar motor. Proses pembakaran ini terjadi merupakan kesatuan yang sempurna antara tiga unsur yaitu bahan bakar, udara dan api. Untuk mengatur itu semua dalam engine dilengkapi sebuah energi listrik untuk menghasilkan api pembakaran. Sistem pengapian engine adalah solusi dari itu semua. Berikut dipaparkan cara penyetelan celah platina engine Kijang yang merupakan syarat terciptanya sistem pengapian yang baik. Pengapian ini merupakan jenis pengapian konvensional, dimana percikan bunga api listrik yang dihasilkan oleh pengaturan distributor sebagai pembagi arus ke masing-masing busi. Distributor memegang peranan penting untuk kelangsungan percikan bunga api secara terus menerus selama mobil hidup. Seperti yang terlihat di gambar adalah menunjukkan delco/distributor Kijang seri 5K/7K, distributor ini terdiri dari komponen utama antara lain : rumah distributor, tutup distributor, vaccum advancer, sentrifugal advancer, rotor, platina, condensor, as dan nok distributor. Komponen utama yang akan dilakukan penyetelan adalah platina/breaker point/kontak pemutus. Komponen ini mempunyai fungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus yang mengalir ke kumparan primer, agar terjadi tegangan induksi pada kumparan sekunder pada coil pengapian. Penyetelan platina menurut standart yang diijinkan dilakukan saat distributor terpasang pada tempatnya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyetelan ini adalah aturan dasar yang harus dilakukan oleh seorang teknisi untuk merujuk pada benda kerja yang sedang di service. Aturan ini menurut SOP (Standart Operation Procedure) yang seharusnya dilakukan pada engine sesuai merknya. Seharusnya seorang teknisi melakukan pendekatan mutlak terhadapnya, namun demikian pada prakteknya penggabungan antara aturan standart dan aturan praktisi haruslah dilakukan untuk sebuah ketepatan dan kecepatan kerja supaya hasilnya optimal yaitu menghasilkan performa engine yang diinginkan.  

Langkah-langkah penyetelan platina yaitu : 
    1. Topkan mesin pada silinder 1 TDC (Top Dead Center) atau TMA (Titik Mati Atas)
    Merupakan salah satu cara standart untuk melakukan penyetelan mesin, pembongkaran/overhoul, tune up atau penggantian timing belt. Dengan mengetahui titik mati atas piston di harapkan akan mudah dalam proses perakitan kembali mesin mobil. 
      Adapun cara untuk mengetahui TDC atau TMA silinder 1 melalui ciri-ciri sebagai berikut : 
      1. Melihat tanda di Pulley/Roda gila(Flywell) Untuk mesin umumnya sudah disertakan tanda TDC yaitu biasanya tanda pada pulley harus lurus dengan angka NOL (0) pada body mesin, atau yang berada pada roda gila tanda angka NOL/ huruf T harus lurus dengan tanda pada body. 
      2. Melihat posisi nok as / noken as (cam shaft) Nok as pada silinder yang TDC posisi roker arm kondisi bebas/ renggang tidak menekan batang valve. Periksa kerengangan batang valve/conecting rod dengan membuka lubang pemasukan oli di tutup kepala silinder, kemudian memasukan jari tangan untuk memastikan memutarnya batang valve. 
      3. Melihat arah rotor distributor. Untuk Setting timing yang sudah benar bisa juga di lihat dari arah rotor distributor, apabila mengarah ke busi no.2 (saat tutup distributor dilepas) atau kabel busi no.1 (saat tutup distributor dipasang) berarti top silinder 1. 
      4. Melihat Posisi Piston melalui lobang busi. Biasanya untuk yang masih ragu juga bisa meyakinkan posisi top dari lubang busi apabila langkah no 1,2 dan 3 sudah terlaksana, apabila busi belum terpasang. 
      2. Posisikan platina pada puncak nok (Nok Delco)
      Hal ini Sebelum dilakukan penyetelan platina dengan obeng (-) dan fuller gauge, terlebih dahulu lakukan pemeriksaan terhadap octan selector, dengan menepatkan tanda octan pada rumah distributor dan kondisikan kalau baut distributor belum terpasang. Langkah selanjutnya adalah menggunakan aturan dasar penyetelan platina, yaitu : a.) penyetelan dilakukan dengan menempatkan fuller pada rubbing block saat posisi platina menutup (0,45 mm), b) penyetelan dilakukan dengan menempatkan fuller pada celah platina dimana rubbing block/ebonit menyentuh ujung nok tertinggi delco (0,40mm)/platina membuka. Aturan yang kita ambil adalah pada point b, sebab apabila ebonit menyentul ujung tertinggi dari nok dengan menggeser distributor ke kiri penuh maka akan dihasilkan akurasi/ketepatan ukuran dan tidak akan kuatir apabila setelah distel platina akan menutup. nb : Biasanya saat top posisi ebonit/kaki platina belum mencapai puncak nok delco, jadi tambah putaran mesin untuk mencapai posisi puncak nok delko.
         
      3. Kendorkan baut pengikat platina 
      Pengendoran baut platina jangan terlalu kendor, cukup setengah putaran atau seperempat putaran saja.  

      4. Stel platina sesuai spesifikasi mobil 
      Pergunakan obeng (-) dan fuller gauge ukuran 0,40 mm untuk menyetel platina. Setelah itu lakukan langkah penyetelan yaitu ; a) Geser distributor dan tepatkan ebonit pada permukaan rata pada nok, setelah itu kencangkan baut sebelah kiri pada ujung bawah platina dan jangan terlalu kencang. b) Geser ke kanan penuh distributor sampai titik kontak membuka masukkan fuller gauge dan stel dengan obeng (-) hingga diperoleh ketepatan fuller pada titik kontak platina. Selanjutnya kencang bautnya, demikian juga kencangkan kembali baut sebelah kiri. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperoleh tingkat akurasi yang tepat. nb. : Ingat !! celah platina berbanding terbalik dengan sudut dwell  
       
      5. Finishing 
      Sebelum dilakukan pengencangkan baut distributor terlabih dahulu kita periksa dengan fuller ketepatan celah platina dengan menggeser distributor pada obonit tidak menyentuh nok (posisi rata) ukur celah rubbing block-nok (0,45mm). Selanjutnya geser distributor dengan ebonit berada di ujung tertinggi nok, kemudian periksa celah platinanya (0,40mm). Setelah akurat, lakukan langkah selanjutnya mencari derajat pengapian secara manual yaitu ON_kan kunci kontak kemudian geser distributor hingga diperoleh api percikan pada awal membukanya platina. Selanjutnya kencangkan baut distributor. Apabila prosedur ini dilakukan dengan baik hanya butuh waktu kurang dari 5 menit dan di jamin hasil 100% pada kondisi angka sudut dwell = 52o Penyetelan platina dilakukan untuk mengembalikan kondisi saat pengapian supaya tepat dan menepatkan sudut dwell. Penyetelan ini bisa di setting ulang apabila kita mencari derajat pengapian dan sudut dwell yang belum akurat setelah menggunakan alat timing light dan tacho/dwell tester
       
      Copyright © 2015 by BIMO SAKTI SAPUTRO XII TOKR I BLOG MILITER
      Design by FBTemplates | BTT